Mulailah dengan menyisihkan area kecil yang didedikasikan untuk ketenangan—bukan ruang besar, melainkan sudut yang mudah dijangkau. Ruang ini berfungsi sebagai tempat untuk menarik napas dan mengumpulkan diri.
Ragam tekstur seperti selimut lembut, bantal, dan karpet kecil membuat sudut itu mengundang. Pilih bahan dan warna yang memberi rasa nyaman tanpa kebisingan visual.
Cahaya memainkan peran penting: cahaya lembut dari lampu meja atau sinar alami yang masuk lewat tirai tipis menciptakan suasana hangat. Hindari pencahayaan tajam yang membuat ruangan terasa kaku.
Tanaman kecil atau benda-benda alami dapat menyuntikkan rasa hidup tanpa membuat ruangan berantakan. Gunakan rak kecil atau meja sudut untuk menata koleksi benda yang memberi kebahagiaan sederhana.
Atur batasan waktu penggunaan ruang ini agar tetap menjadi oase singkat—misalnya 10–20 menit saat pagi atau sore. Konsistensi penggunaan membuat ruang itu lebih berfungsi sebagai titik stabilitas emosional.
Perawatan sederhana seperti merapikan setiap hari dan mengganti posisi benda sesekali menjaga kesegaran sudut tersebut. Dengan perhatian ringan, ruang tenang tetap menyenangkan dan mudah diakses kapan pun dibutuhkan.
